Makam Putri Tujuh

Makam Putri Tujuh

Kota Dumai – Riau – Indonesia
Makam Putri Tujuh

Makam Putri Tujuh Dumai

A. Selayang Pandang

Makam Putri Tujuh merupakan salah satu obyek wisata yang terbilang baru di Kota Dumai, Propinsi Riau. Makam ini oleh masyarakat Dumai dipercaya mempunyai nilai sejarah dan keunikan tersendiri. Tidak seperti makam pada umumnya, di makam ini terdapat tujuh kuburan putri yang dimakamkan secara bersama-sama. Ketujuh putri tersebut merupakan anak dari Ratu Cik Sima, penguasa Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Ketika perang melanda kerajaan Seri Bunga Tanjung, tujuh putri kerajaan ini, dengan cara misterius, meninggal dan dimakamkan secara bersama-sama. Makam Putri Tujuh inilah yang merupakan bukti keberadaan cerita meninggalnya tujuh putri kerajaan Seri Bunga Tanjung tersebut.

B. Keistimewaan

Kompleks Makam Putri Tujuh memang boleh dikatakan sarat akan nilai sejarah. Dalam legendanya, konon, pada zaman dahulu kala hiduplah tujuh orang putri dalam Kerajaan Seri Bunga Tanjung yang diyakini bertempat di daerah Dumai sekarang. Ketujuh putri tersebut mempunyai paras yang cantik. Namun, di antara tujuh putri ini, putri bungsulah yang paling cantik. Ia bernama Mayang Sari. Namun karena kecantikannya itu, ia dikenal dengan nama Mayang Mengurai.

Pada suatu hari, tujuh putri istana itu mandi di Lubuk Sarang Umai. Karena asik bercengkerama, ketujuh putri tersebut tak menyadari kalau mereka diperhatikan oleh beberapa orang. Orang-orang ini adalah pangeran dari Kerajaan Empang Kuala beserta pengawal-pengawalnya. Pangeran Empang Kuala merasa terpesona dengan Putri Mayang Sari dan berhasrat meminang sang putri. Pada saat yang ditentukan, datanglah utusan pangeran Empang Kuala ke Kerajaan Seri Bunga Tanjung dengan tujuan melamar putri Mayang Sari. Namun, menurut adat Kerajaan Seri Bunga Tanjung, hanya putri sulunglah yang berhak mendapat pinangan dulu, sedangkan putri Mayang Sari adalah putri bungsu yang belum boleh menerima lamaran. Oleh karena aturan adat tersebut, maka lamaran Pangeran Empang Kuala pun ditolak.  

Mendengar laporan penolakan lamaran itu, sang pangeran pun naik pitam dan dengan segera memerintahkan pasukannya untuk menyerang Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Pada suatu hari, Kerajaan Seri Bunga Tanjung akhirnya diserang oleh bala tentara Kerajaan Empang Kuala, yang mengakibatkan kesalamatan keluarga istana terancam. Ratu Cik Sima, sebagai penguasa Raja Seri Bunga Tanjung, dengan segera melarikan ketujuh putrinya ke tengah hutan dan menyembunyikannya di dalam sebuah lubang yang terlindung oleh pepohonan dengan berbekal makanan seperlunya. Setelah pertarungan dua kerajaan tersebut berakhir, Ratu Cik Sima bergegas mendatangi tempat persembunyian tujuh putrinya. Sesampainya di sana, alangkah terkejutnya sang Ratu karena tujuh putrinya sudah dalam keadaan tak bernyawa, karena kehabisan bekal makanan. Di tempat inilah ketujuh putri tersebut akhirnya dimakamkan.

C. Lokasi

Lokasi Makam Putri Tujuh terletak di kawasan Pengilangan Minyak Operasional Pertamina UP II Dumai, Kota Dumai, Propinsi Riau, Indonesia.

D. Akses

Dalam proses pengumpulan data

E. Harga Tiket

Wisatawan yang berkunjung ke makam ini tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Dalam proses pengumpulan data.

2 Comments on “Makam Putri Tujuh”

  1. Salwaa Says:

    Aq suka jadi pingin kesana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: