Gunung Karakatau

Gunung Karakatau, letusannya yang dahsyat  di hari Senin, 27 Agustus 1883. Konon, suara letusan Gunung Krakatau saat itu  mencapai radius 4.500 kilometer dari titik pusat letusan dan terdengar oleh  seperdelapan penduduk bumi. Debunya berhamburan ke udara mencapai ketinggian 80  kilometer di atas permukaan laut dan kabarnya bisa dilihat dari langit Norwegia  dan  Letusan dahsyatnya itu memicu gelombang laut pasang setinggi 40 meter dan memporak-porandakan sekitar 165 desa serta menewaskan sekitar 36.417 orang yang berada di sepanjang  Teluk Lampung dan pantai barat Banten.the Guinness Book of Record  mencatat sebagai ledakan yang paling hebat yang pernah terekam dalam sejarah  manusia modern. Para ilmuwan mengkategorikan  letusannya sebagai letusan super volcano.

Letusan tersebut sekaligus  mengakhiri aktivitas Gunung Krakatau yang  sisa-sisanya saat ini masih dapat dilihat pada Gunung Rakata Besar.   
Dewasa ini, daya  tarik gunung yang berada di perairan Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dengan  Pulau Sumatra ini terletak pada eksotisme bentangan alam sisa-sisa letusan Gunung  Krakatau dan aktivitas Anak Gunung Krakatau yang fluktuatif. Selain itu, ketinggian  Gunung Anak Krakatau yang senantiasa bertambah dari waktu ke waktu juga menjadi  daya tarik lain gunung yang terletak di Kepulauan Krakatau ini. Menurut pakar  kegunungapian, ketinggian Gunung Anak Krakatau setiap bulannya bertambah  sekitar 5 sentimeter. Para ilmuan mencatat,  Gunung Anak Krakatau muncul ke permukaan pertama kali pada tahun 1927,atau  sekitar 44 tahun pascaletusan dahsyatnya. Waktu itu, para nelayan yang sedang mencari  ikan di kawasan Selat Sunda terkejut melihat kepulan asap hitam yang muncul di  antara Pulau Rakata Besar, Pulau Rakata Kecil/Pulau Panjang, dan Pulau Sertung  yang mengelilingi kaldera (kawah besar) letusan Gunung

Dengan segenap pesona  dan misteri alamnya yang sedemikian rupa, cukup alasan kiranya mengapa kawasan Gunung  Krakatau dan sekitarnya senantiasa mengundang minat orang untuk berkunjung ke sana, baik para wisatawan  yang hanya sekadar untuk bertamasya atau mencari inspirasi maupun kalangan ilmuwan  yang datang dalam rangka penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penuh misteri  namun eksotik. Mengerikan tapi juga memesona. Begitulah kira-kira kesan ketika  mengunjungi kawasan Gunung Krakatau. Meskipun rute menuju gunung ini  berliku-liku, penuh tantangan, serta terik matahari dan panas pasir yang tidak  kenal kompromi, namun semuanya akan terobati ketika berhasil menaklukkan gunung  yang berada di tengah-tengah lautan ini. Letusan dahsyatnya pada tahun 1883 memang  menghancurkan tiga perempat tubuh Gunung Krakatau, namun letusan itu juga menyisakan  bentangan alam yang sangat elok dipandang mata. Pesona kaldera (kawah besar)  yang dikelilingi oleh Gunung Rakata Besar, Gunung Rakata Kecil/Gunung Panjang,  dan Gunung Sertung menambah daya tarik kawasan ini.
Sekalipun tergolong  daerah tandus, namun kawasan Gunung Krakatau masih menyimpan berbagai koleksi flora  dan fauna yang langka. Beberapa koleksi flora yang dapat dijumpai di sini, antara  lain, kelapa (cocos nucifera), ketapang (terminalia catappa),  cemara (casuarina equisetifolia), dan lain sebagainya.
Berbagai kekayaan  faunanya, seperti biawak (varanus salvator), penyu hijau (cholenia  midas), ular piton (phyton sp), kalong (pteropus vampirus),  burung raja udang (alcedo atthis), kadal (lygosoma), burung  hantu, dan kupu-kupu, juga dapat dijumpai di sini. 
Sementara itu,  laut biru yang mengitari Gunung Krakatau juga tidak bosan-bosannya dipandang  mata, seolah-olah laut tersebut telah ditakdirkan menjadi pengawal abadinya. Sedangkan  bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan ini dengan cara yang berbeda, dapat  memancing ikan di tepi kaki Gunung Krakatau yang dihuni oleh berbagai jenis  ikan. Air lautnya yang bersih dan jernih sangat mendukung aktivitas wisatawan  yang ingin berenang atau snorkeling. Dengan menyelam, wisatawan akan  berdecak kagum melihat pesona dan kehidupan biota bawah laut, seperti rancaknya  terumbu karang dan aneka jenis ikan yang berenang secara bergerombolan. Bila  beruntung, wisatawan dapat melihat salah satu spesies fauna laut yang terlihat  cantik dan lucu dengan warna merah berpadu garis putih, yaitu ikan nemo (amphiprion  ocellaris). Biasanya, spesies yang dijuluki ikan badut ini hidup di antara  karang-karang beracun dan tidak lari ketika didekati oleh para penyelam.     Ketika hari  merangkak senja, eksotisme kawasan Gunung Krakatau kian kentara. Wisatawan akan  terkagum-kagum melihat pesona matahari tenggelam (sunset). Dari punggung  gunung ini, wisatawan dapat melihat keindahan Selat Sunda, Teluk Lampung yang  rancak, pesona pantai barat Banten, lalu-lalang kapal penyeberangan  Merak-Bakauheni yang selalu ramai, dan kerlap-kerlip bagan nelayan dari  kejauhan. pesona Gunung  Krakatau, lain lagi pesona Gunung Anak Krakatau. Bila Gunung Krakatau sudah  satu abad lebih tidak aktif, sebaliknya kondisi Gunung Anak Krakatau masih  aktif dan bahkan pernah meletus beberapa kali. Daya tarik Gunung Anak Krakatau  justru pada kondisinya yang fluktuatif, di samping ketinggiannya yang terus  bertambah saban waktu. Bila kondisinya sedang tidak normal, turis dilarang  mendekatinya. Andai diizinkan, turis hanya diperbolehkan mendekatinya dalam radius  tertentu, maksimal sampai di punggung Gunung Anak Krakatau. Kawahnya yang  senantiasa menyemburkan bebatuan, pasir,debu, dan lava panas merupakan momen-momen  yang selalu dinanti-nantikan oleh turis domestik maupun asing. Dalam kondisi demikian,  turis dapat melihat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang bagai kembang api di  tengah pesta” itu dari Pulau Sebesi dan Pantai Kalianda Lampung atau dari  kawasan pantai barat Banten. Jika sedang stabil, turis dapat melihat bekas  muntahan Gunung Anak Krakatau berupa bongkahan tanah dan batu yang didominasi warna  cokelat kehitam-hitaman dalam berbagai ukuran.    Dengan potensi  alam, pesona, dan misteri Gunung Krakatau yang sedemikian rupa, masuk akal  kiranya bila kalangan ilmuwan menjadikan kawasan tersebut sebagai laboratorium  alam bagi beberapa disiplin ilmu, seperti geologi, vulkanologi, biologi, dan  konservasi, selain tempat tamasya yang eksotik tentunya. Bahkan, ada juga yang menominasikan Gunung Krakatau sebagai salah satu dari tujuh keajaiban  alam dunia Lokasi  Gunung Krakatau masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Bagi pelancong  yang berada di Provinsi Banten, dapat naik kapal ferry (Roro) dari  Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Bakauheni, Kota Bandar Lampung,  yang dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam pelayaran. Dari Pelabuhan Merak,  perjalanan dilanjutkan dengan naik bus menuju Kota Kalianda, ibukota Kabupaten  Lampung Selatan, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Dari Kota Kalianda,  pelancong naik bus lagi menuju Dermaga Desa Canti dengan waktu tempuhsekitar  10 menit. Kemudian, dari Dermaga Desa Canti, pelancong dapat menyewa perahu  motor menuju Kepulauan Krakatau dengan waktu tempuh sekitar 150 menit. 
Sedangkan  pelancong yang berada di Provinsi  Lampung dapat memulai perjalanan dengan naik bus dari Terminal Bus Rajabasa  atau Terminal Bus Panjang, Kota Bandar Lampung menuju Kalianda dengan waktu  tempuh lebih-kurang 45 menit. Dari Kalianda, perjalanan dilanjutkan dengan naik  bus menuju Dermaga Desa Canti dan kemudian menyewa perahu motor menuju Kepulauan  Krakatau.      Selain rute-rute di  atas, pelancong juga dapat mengakses Gunung Krakatau  dari Pantai Anyer, Pantai Carita, dan Pantai Tanjung Lesungyang dapat  ditempuh dalam waktu dua jam dengan menyewa speed boat.
Sarana akomodasi  dan fasilitas wisata terdekat terdapat di Kota Kalianda dan Pulau Sebesi,  Kabupaten Lampung Selatan, serta kawasan wisata di sepanjang pantai barat  Banten, seperti Pantai AnyerPantai Carita dan Pantai Tanjung Lesung. Di tempat-tempat tersebut terdapat home  stay, camping ground, resort, wisma, vila,  dan hotel dengan berbagai tipe. Kawasan tersebut juga dilengkapi dengan  jaringan fiber optik internet, pondok wisata, shelter, arena bermain  anak-anak, rumah makan, taman parkir, sentra oleh-oleh dan suvenir, persewaan  perlengkapan menyelam, serta persewaan perahu dan speed boat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: