Gunung Pesagi

Gunung Pesagi

Puncak Gunung Pesagi sangat menakjubkan, ketinggian gunung ini mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut. Keindahan dan keaslian alam di sekitar Gunung Pesagi masih terjaga, hal ini merupakan suatu daya tarik tersendiri. Dari puncak gunung ini, pengunjung dapat menikmati keindahan wilayah Lampung Barat, Danau Ranau, permukiman masyarakat OKU, laut lepas Krui, dan laut lepas Belimbing.B. Keistimewaan Puncak Pesagi memiliki jalur pendakian yang menantang.


Diarea yang dilewati terdapat berbagai tanaman yang menarik seperti jenis anggrek yang beraneka ragam dan aneka satwa liar mulai burung hingga binatang buas.Siapapun yang melintasi kawasan ini dilarang untuk mengambil dan memetik bunga-bunga, apalagi berburu binatang. Semua pengunjung harus menjaga lingkungan,tidak boleh membuang sampah sembarangan.
Konon, di puncak Pesagi terdapat tujuh sumur, yang satu di antaranya kadangkala mengeluarkan aroma seperti minyak wangi. Tidak semua orang bisa mendapatkan air dari sumur itu. Menurut warga, hanya pendaki yang “berniat bersih” yang bisa mendapatnya. Pendaki yang tidak ramah lingkungan atau tidak memiliki niat baik, tidak akan mendapat air dari sumur itu.
Puncak Pesagi terdapat di wilayah Pekon (desa) Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat.
Untuk menuju puncak Pesagi, ada dua rute yang bisa ditempuh, yaitu: alternatif pertama, pengunjung berjalan dari Pekon Bahway, berakhir di Pekon Hujung.
Lintasan ini membutuhkan waktu tempuh normal 12 jam pergi-pulang dengan jalan kaki. Alternatif kedua, pengunjung berjalan dimulai dan berakhir dari Pekon Hujung. Waktu tempuhnya sama dengan alternatif pertama, tidak berbeda dengan Bahway-Pekon Hujung, sama-sama 12 jam dalam kondisi cuaca normal. Kalau musim hujan, jarak tempuh lebih dari 12 jam dengan jalan kaki.

Gunung Pesagi yang terletak di kecamatan Balik Bukit, Liwa, Lampung Barat, adalah gunung tertinggi di Lampung. Ketinggiannya mencapai 2.262 meter.

Di kaki gunung inilah, dipercaya letak Kerajaan Sekala Brak, yang merupakan cikal-bakal keturunan suku Lampung.

8 Comments on “Gunung Pesagi”

  1. herry haryanto Says:

    saya warga pendatang yang tinggal di batu kebayan. Cukup indah melihat gunung pesagi dari tempat tinggalku. Benar eksotis

  2. jujuisland Says:

    saya minta data pos to pos dan base air dong untuk rute pendakian start dari desa hujung. terimakasih


  3. Mantab…
    gw bangga sbagai anak lampung…

  4. Jaja Suharja Says:

    nyesel, saat kuliah gak sempat naik gunung di lampung …..

  5. Fauzìbedudu Says:

    Sangat indah pemandangannya dan bernilai religi. Jangan sia2kan kesempatan bro…


  6. Saya asli penduduk lampung barat tepatnya dibatubrak,keindahan dan rute menuju puncak tertinggi dilampung (gunung pesagi) sangat luar biasa indah dan itu yg harus kita syukuri karna kita di anugrahi sebuah keindahan alam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: